IDEAOnline -Dapur tak terlepas dari adanyakitchen set.
Entah itu berbentuksingle line, bentuk U, atau bahkan bentuk L,kitchen set sebaiknya memiliki zona-zona berbeda berdasarkan fungsinya. Apa saja?
Area persiapan
Dapur Tasya Farasya
Baca juga4 Manfaat Tinggal di Rumah Berukuran Kecil, Tak Hanya Hemat Uang
Area Persiapan umumnya terdiri atas sub-area penyimpanan dan sub-area kerja.
Sub-area penyimpanan meliputi penyimpanan bahan makanan basah, bahan makanan kering, peralatan makan, hingga buku memasak dan alat-alat dapur (pisau, sodet, pembuka kaleng, alas potong, dsb).
Area penyimpanan
Dapur
Baca juga Nggak Perlu ke Jepang, Hanya 150 Ribu Bisa Menginap di Hotel Kapsul Jakarta
Area penyimpanan, selain menggunakan kabinet bawah, kabinet gantung, dan rak terbuka, juga banyak menggunakan laci, hook dinding, dan sliding kabinet.
Area ini umumnya dilengkapi dengan lampu tambahan agar lebih terang juga pencahayaan tambahan di bagian dalam kabinet.
Lemari penyimpanan makanan basah berupa kulkas.
Area kerja
dapur @rumahkayilo
Baca juga :4 Tips Atasi Cat Dinding di Rumah yang Retak dan Mengelupas
Pada sub-area kerja terdapat kegiatan memotong, meracik, mengupas, menumbuk, hingga menghaluskan bumbu dengan cobek ataupun blender.
Perangkat dapur yang digunakan, antara lain blender, mixer, alas potong, hingga chopper electric. Semuanya menggunakan outlet listrik.
Area mencuci
dapur @rumahkayilo
Area Mencuci dilengkapi dengan sink dan keran.
Kondisi area yang selalu basah harus didukung dengan bukaan-bukaan pada dapur yang memperlancar sirkulasi udara dan cahaya.
Area mencuci sebaiknya dilengkapi dengan rak pengering, baik untuk sayuran maupun piring-gelas.
Area memasak
backsplash | dok. instagram/dysavitri
Area Memasak hendaklah dapat memenuhi kebutuhan ragam cara memasak.
Karenanya, terkadang membutuhkan kitchen appliances dalam beberapa tipe.
Kompor dalam berbagai ukuran dan jumlah tungku, oven, microwave hingga electric cooker.
Area ini juga dilengkapi tempat penyimpanan beragam jenis panci dan sodet masak.(*)