Baca Juga: Ternyata Semudah Itu, Hanya Bermodalkan Gelas Ibu-ibu Bisa Menajamkan Pisau dalam Sekejap!
Baca Juga: Posisi Ventilasi yang Ideal pada Empat Ruang Vital di Rumah Tropis
Material kayu hadir melingkupi permukaan dinding di lantai dasar, menciptakan kesan yang hangat dan kuat.
Saat memasuki rumah, pengunjung segera disambut oleh sebuah area foyer yang dalam waktu berbeda dapat digunakan sebagai ruang untuk menyambut tamu.
Tangga utama dengan railing kaca didesain melintang di antara ruang foyer dan ruang keluarga, untuk menjaga privasi penghuni.
Koridor menuju ruang keluarga menjadi area transisi antarruang, sekaligus area untuk mengakses ruang tidur tamu dan ruang belajar.
Area ini dilengkapi void yang menyambung langsung pada skylight untuk menangkap cahaya matahari pada siang hari.
Ruang keluarga yang berada di tengah, menjadi klimaks tempat segala kegiatan di lantai dua ini terjadi.
Arsitek menciptakan konsep open space yang membuka akses ke segala arah dengan sempurna, menempatkan ruang keluarga ini sebagai pusat
Olahan dinamis antarruang yang ciptakan kesan menyatu.
Dari sini, penghuni dapat mengakses tangga menuju lantai yang berbeda, ataupun mengakses pantri mungil di sudut ruangan.