Selain itu, posisi ini juga memberi sisi positif yang lebih benar bagi kesehatan maupun etika pergaulan, karena posisi WC yang bau atau kotor sebaiknya dijauhkan dari fungsi ruang yang pada umumnya digunakan oleh penghuni untuk waktu yang lebih lama, misalnya kamar tidur dan ruang keluarga.
Identik dengan posisi belakang
Baca Juga:Sedikit yang Tahu, Ini Cara Agar Cahaya Masuk ke Dalam Rumah, Tanpa Harus Buat Jendela!
Baca Juga:Cek Harga dan Fasilitas yang Ditawarkan oleh Hotel Karantina Covid-19 di Jakarta
Identik dengan posisi belakang
Sebagai orang Timur, budayanya sebenarnya telah menjabarkan secara benar konsep ini dengan menempatkan WC di posisi belakang.
Hal ini dibuktikan dengan selalu mengatakan “mau permisi ke belakang” setiap berkunjung ke rumah orang dan ingin buang air.
Kata-kata “belakang” selain menunjukkan arah juga menguraikan filosofi tentang konsep rumah sebagai bentuk makro dari tubuh manusia.
Tata ruang dengan konsep WC di bagian belakang rumah masih banyak ditemukan pada bangunan sebelum era 1970-an, khususnya di kawasan Pecinan/ China Town.
Makin kesini makin ke depan
Di era kemajuan zaman sekarang ini yang jadi persoalan adalah banyak rumah yang menempatkan WC justru di bagian depan rumah, bahkan berdampingan atau lebih maju dari pintu utama, IDEA lovers.